Sejarah Kelurahan Singonegaran


SEJARAH SINGKAT 
Cerita ini merupakan sejarah singkat yang dituturkan turun-temurun.
Pada suatu hari, ada seorang 'abdi dalem' dari Keraton Mataram yang merantau. Abdi dalem itu menuju ke arah matahari terbit menjelajah hutan belantara, naik turun gunung dan kemudian menemukan perkampungan. Tetapi 'abdi dalem' yang dikemudian hari dikenal dengan Ki Among Rogo ini belum menemukan ketentraman batin. Kemudian beliau tetap melanjutkan perjalanan ke arah timur. Sampailah beliau di sebuah wilayah hutan belantara yang terletak di sebelah timur Sungai Brantas.
Hutan belantara itu dihuni oleh banyak binatang buas. Tetapi, jumlah terbanyak adalah macan/harimau, yang biasa disebut oleh orang Jawa dengan SINGO. Karena ingin mendiami daerah tersebut, dengan terpaksa beliau harus menjinakkan 'singo-singo' tersebut. Terjadilah perkelahian antara Ki Among Rogo dengan singo-singo tersebut. Tetapi, Ki Among Rogo kalah dan akhirnya bersembunyi di sebuah goa. Di goa tersebut beliau bersemedi minta pertolongan Yang Maha Kuasa sambil berlatih ilmu beladiri memperdalam ilmu yang sudah dimilikinya.
Setelah beberapa bulan dan merasa ilmu yang dimilikinya sudah cukup, beliau turun dari gua dan kembali menantang singo yang dulu pernah mengalahkannya. Sebelum melakukan perkelahian Ki Among Rogo mengadakan perjanjian, yaitu "Barang siapa yang memenangkan perkelahian berhak menguasai wilayah tersebut". Ternyata dalam perkelahian ini, lagi-lagi Ki Among Rogo mengalami kekalahan. Akhirnya, beliau melarikan diri ke arah timur, ke Gunung Kelud.
Di Gunung Kelud, Ki Among Rogo meminta bantuan 'penguasa Gunung Kelud' untuk bisa mengalahkan kawanan 'singo' tersebut. Bertapalah Ki Among Rogo disana. Setelah beberapa lama bersemdi di Gunung Kelud beliau mendapatkan ilmu dari 'penguasa Gunung Kelud'. Kemudian Ki Among Rogo turun gunung dan kembali untung menantang kawanan 'singo' tersebut.
Kawanan 'singo' tersebut memang sulit dikalahkan. Namun demi tekad yang kuat untuk menguasai wilayah tersebut, Ki Among Rogo berusaha mati-matian melawan mereka. Akhirnya setelah bertarung selama 7 hari 7 malam kawanan 'singo' tersebut berhasil ditaklukkan. Kemudian, Ki Among Rogo menagih perjanjian yang telah disepakati diawal, dan akhirnya daerah tersebut berhasil dikuasai oleh Ki Among Rogo.
Selanjutnya Ki Among Rogo membuka hutan belantara tersebut menjadi perkampungan. Beliau menikah dan mempunyai keturunan. Karena daerah tersebut subur dan dekat dengan Sungai Brantas maka semakin ramai perkampungannya. Banyak perantau singgah dan menetap di perkampungan tersebut. Berdasarkan cerita bagaimana sejarah cikal bakal pembukaan daerah tersebut akhirnya perkampungan tersebut diberikan tetenger atau nama SINGONEGARAN yang berarti daerah/wilayah yang dikuasai oleh SINGO. Sampai kemudian hari daerah ini dinamai Desa Singonegaran. Dan sekarang berdasarkan ketentuan perundangan secara administratif disebut dengan Kelurahan Singonegaran.
Sampai saat ini makam Ki Among Rogo masih dapat kita temui di Wilayah Singonegaran Timur yang oleh masyarakat sekitar masih dianggap keramat.

TERLETAK DI KAWASAN STRATEGIS
Kelurahan Singonegaran berada di Kecamatan Pesantren dan punya akses mudah ke jalan utama seperti Jalan Pattimura dan Jalan Dhoho. Dekat juga dengan Pasar Setono Betek, RSUD Gambiran II, hingga Terminal Tamanan. Cocok banget buat wirausaha dan aktivitas ekonomi warga.
WILAYAH PADAT, WARGANYA GUYUB RUKUN!
Meski wilayahnya nggak luas, tapi kehidupan sosial di sini sangat aktif. Ada 10 RW dan 48 RT, dengan ribuan warga yang rata-rata bekerja di sektor informal, UMKM, dan pegawai. Kegiatan arisan, kerja bakti, pengajian, dan lomba 17-an jadi agenda rutin yang selalu ramai.
KEHIDUPAN BERAGAMA & SOSIAL
Masjid Al-Ikhlas jadi pusat kegiatan ibadah. Setiap RW juga punya musala dan TPQ. Tradisi slametan, sedekah bumi, dan doa bersama masih dijaga kuat. Ada juga posyandu, bank sampah, dan program urban farming di pekarangan rumah.
ADA SEKOLAH & LEMBAGA PENDIDIKAN
Anak-anak Singonegaran bersekolah di SD Negeri Singonegaran, MI, hingga TK/PAUD binaan kelurahan. Bagi yang butuh bimbingan belajar, banyak juga tempat kursus dan les privat rumahan di lingkungan sekitar.